Kapus Masalembu Masih Bungkam, Bupati dan Kadinkes Jangan Tinggal Diam

- Redaksi

Senin, 2 November 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapus Masalembu. (Ist).

Foto: Kapus Masalembu. (Ist).

SUMENEP, detakkota.com – Polemik yang menyeret Kepala Puskesmas (Kapus) Masalembu, Kabupaten Sumenep, Dian Maharanny, belum menunjukkan titik terang. Setelah sebelumnya disorot terkait pengelolaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan dugaan persoalan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), kini sikap diam yang bersangkutan justru semakin memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Hingga berita ini kembali diturunkan, Dian Maharanny belum memberikan penjelasan maupun klarifikasi atas sejumlah persoalan yang menjadi sorotan publik.

Sebelumnya, seorang warga Masalembu berinisial HI mengungkapkan bahwa dirinya sudah hampir satu bulan tidak melihat keberadaan Kapus Masalembu di lingkungan tempat kerjanya. Bahkan, yang bersangkutan diduga lebih banyak berada di luar wilayah Kecamatan Masalembu.

Informasi tersebut tentu membutuhkan klarifikasi dan verifikasi dari pihak berwenang. Sebab, keberadaan seorang kepala puskesmas bukan sekadar persoalan administrasi kepegawaian, melainkan juga menyangkut tanggung jawab kepemimpinan dan pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Hibah Gedung Pemkab Sumenep Jadi Dapur MBG Polres, Perubahan Nomenklatur Dipertanyakan: Sah Secara Hukum?

Di sisi lain, persoalan pengelolaan program PMT juga belum mendapatkan penjelasan yang memadai. Sebelumnya, pejabat gizi di Puskesmas Masalembu mengaku tidak dilibatkan dalam pengelolaan program tersebut sepanjang tahun 2026.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pembagian tugas, kewenangan, transparansi, serta mekanisme pengelolaan program yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Dua persoalan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh dianggap sepele oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

Dinkes Jangan Hanya Menunggu, Turun Langsung ke Masalembu

Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tidak sekadar menerima laporan atau menunggu polemik semakin membesar. Dinkes diminta segera turun langsung ke Puskesmas Masalembu untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi internal fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

Baca Juga:  Hari Kesaktian Pancasila, Dandim Sumenep Ingatkan: Persatuan Bukan Sekadar Seremonial

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pelaksanaan program PMT, apakah pembagian kewenangan sudah sesuai ketentuan, serta bagaimana kedisiplinan dan kehadiran kepala puskesmas selama menjalankan tugasnya.

Apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah diminta mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku, bukan justru membiarkan persoalan berlarut-larut tanpa kepastian.

Terlebih, Masalembu merupakan wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses pelayanan kesehatan. Karena itu, kepemimpinan dan koordinasi di tingkat puskesmas menjadi sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban dari persoalan internal birokrasi.

Jangan Sampai Pelayanan Kesehatan Menjadi Korban

Sorotan publik terhadap Kapus Masalembu bukan dimaksudkan untuk menghakimi seseorang. Namun, jabatan publik memiliki konsekuensi tanggung jawab yang harus dijalankan secara profesional dan transparan.

Baca Juga:  Jalan Berlubang di Sumenep Tak Seindah Bantuan Gubernur Jatim, Volume Bantuan Jadi Sorotan

Bupati Sumenep juga diminta memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Jangan sampai persoalan internal Puskesmas Masalembu berkembang menjadi gejolak berkepanjangan akibat lemahnya pengawasan dari instansi yang memiliki kewenangan.

Publik kini menunggu keberanian Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh persoalan tersebut melalui pemeriksaan langsung dan terbuka.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Masalembu, Dian Maharanny, masih diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab atas seluruh persoalan yang menjadi sorotan.

Jangan biarkan Puskesmas Masalembu terus dibayangi polemik. Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang profesional, bukan ketidakpastian akibat persoalan kepemimpinan yang tak kunjung mendapatkan penjelasan.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Wajib Tahu, Dua Persoalan Membelit Kapus Masalembu, PMT Dipersoalkan, Disiplin ASN Disorot
Pengelolaan PMT Puskesmas Masalembu Dipertanyakan, Pejabat Gizi Mengaku Tak Dilibatkan Sepanjang 2026
Anggaran Haul Raja-Raja Madura Dipertanyakan, Benarkah OPD Harus Tanggung Konsumsi Sendiri?
Surat Undangan Haul Raja Madura Dipertanyakan, Sekretariat Daerah Sumenep Dituding Tidak Cermat Susun Administrasi
H-1 Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Warga Masalembu Dapat Kado Pahit: Kantor Kecamatan Roboh
Antrean Mobil di SPBU Kolor Dikeluhkan, Pengguna Jalan Soroti Antrean Memakan Separuh Jalan
E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?
E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:59 WIB

Kapus Masalembu Masih Bungkam, Bupati dan Kadinkes Jangan Tinggal Diam

Minggu, 1 November 2026 - 17:07 WIB

Bupati Wajib Tahu, Dua Persoalan Membelit Kapus Masalembu, PMT Dipersoalkan, Disiplin ASN Disorot

Minggu, 1 November 2026 - 12:42 WIB

Pengelolaan PMT Puskesmas Masalembu Dipertanyakan, Pejabat Gizi Mengaku Tak Dilibatkan Sepanjang 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Surat Undangan Haul Raja Madura Dipertanyakan, Sekretariat Daerah Sumenep Dituding Tidak Cermat Susun Administrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

H-1 Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Warga Masalembu Dapat Kado Pahit: Kantor Kecamatan Roboh

Update News

Opini

Hari Jadi-Jadian: Kolaborasi Atau Akal-Akalan Anggaran?

Selasa, 3 Nov 2026 - 05:05 WIB

Opini

BISMILLAH NGAUT

Senin, 2 Nov 2026 - 17:55 WIB