Bupati Wajib Tahu, Dua Persoalan Membelit Kapus Masalembu, PMT Dipersoalkan, Disiplin ASN Disorot

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Puskesmas Masalembu

Foto: Puskesmas Masalembu

SUMENEP, detakkota.com – Kinerja Kepala Puskesmas (Kapus) Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Dian Maharanny, mulai mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Setelah sebelumnya pengelolaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Puskesmas Masalembu dipersoalkan, kini muncul dugaan persoalan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN).

Seorang warga Masalembu berinisial HI mengungkapkan bahwa, dirinya sudah cukup lama tidak melihat keberadaan Dian Maharanny di wilayah Kecamatan Masalembu, termasuk di lingkungan tempat kerjanya.

Bahkan, menurut pengakuannya, Kapus Masalembu tersebut diduga hampir satu bulan tidak terlihat menjalankan aktivitas di kantor maupun memberikan pelayanan di wilayah kepulauan tersebut.

Baca Juga:  Hibah Gedung Pemkab Sumenep Jadi Dapur MBG Polres, Perubahan Nomenklatur Dipertanyakan: Sah Secara Hukum?

“Kapusnya sudah hampir sebulan tidak masuk kantor sampai sekarang. Coba konfirmasi ke Kapus, Mas. Sepertinya sekarang di Sumenep,” terang HI kepada media ini. Minggu (1-11-2026).

Informasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagai pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, keberadaan kepala puskesmas dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, terlebih bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Masalembu.

Publik pun mulai mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap kedisiplinan ASN di lingkungan Puskesmas Masalembu. Jika benar terjadi ketidakhadiran dalam waktu cukup lama tanpa alasan dan mekanisme penugasan yang jelas, kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Baca Juga:  E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?

Sorotan terhadap Dian Maharanny bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, pengelolaan program PMT Puskesmas Masalembu juga menjadi polemik setelah pejabat gizi setempat mengaku tidak dilibatkan dalam pengelolaan program tersebut sepanjang tahun 2026.

Persoalan itu memunculkan pertanyaan mengenai transparansi, pembagian kewenangan, serta pelaksanaan program yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Kini, dua persoalan berbeda tersebut sama-sama membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak terkait. Bupati Sumenep dan Dinas Kesehatan diharapkan tidak tinggal diam serta segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di Puskesmas Masalembu.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Masalembu, Dian Maharanny, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media, baik mengenai dugaan persoalan pengelolaan program PMT maupun informasi terkait ketidakhadirannya di tempat kerja.

Baca Juga:  Bantuan KKP di Sumenep Bikin Kades Pusing, CV Ditunjuk Agrinas, Desa dibebani Pengeboran Hingga Pemasangan Listrik 4.400 VA

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Dian Maharanny maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak berkembang menjadi asumsi liar di tengah masyarakat.

Bupati Sumenep wajib tahu. Jangan sampai pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan terganggu hanya karena lemahnya pengawasan terhadap pejabat yang seharusnya bertanggung jawab atas jalannya pelayanan kesehatan.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapus Masalembu Masih Bungkam, Bupati dan Kadinkes Jangan Tinggal Diam
Pengelolaan PMT Puskesmas Masalembu Dipertanyakan, Pejabat Gizi Mengaku Tak Dilibatkan Sepanjang 2026
Anggaran Haul Raja-Raja Madura Dipertanyakan, Benarkah OPD Harus Tanggung Konsumsi Sendiri?
Diduga Layani Pembelian Solar Subsidi Pakai Jerigen, SPBU Gedungan Sumenep Disorot
Surat Undangan Haul Raja Madura Dipertanyakan, Sekretariat Daerah Sumenep Dituding Tidak Cermat Susun Administrasi
H-1 Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Warga Masalembu Dapat Kado Pahit: Kantor Kecamatan Roboh
E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?
E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:59 WIB

Kapus Masalembu Masih Bungkam, Bupati dan Kadinkes Jangan Tinggal Diam

Minggu, 1 November 2026 - 17:07 WIB

Bupati Wajib Tahu, Dua Persoalan Membelit Kapus Masalembu, PMT Dipersoalkan, Disiplin ASN Disorot

Minggu, 1 November 2026 - 12:42 WIB

Pengelolaan PMT Puskesmas Masalembu Dipertanyakan, Pejabat Gizi Mengaku Tak Dilibatkan Sepanjang 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Diduga Layani Pembelian Solar Subsidi Pakai Jerigen, SPBU Gedungan Sumenep Disorot

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Surat Undangan Haul Raja Madura Dipertanyakan, Sekretariat Daerah Sumenep Dituding Tidak Cermat Susun Administrasi

Update News

Opini

Hari Jadi-Jadian: Kolaborasi Atau Akal-Akalan Anggaran?

Selasa, 3 Nov 2026 - 05:05 WIB

Opini

BISMILLAH NGAUT

Senin, 2 Nov 2026 - 17:55 WIB