Melawan Tikus dengan Burung Hantu, Swadaya Petani Poreh Bersama BPP Lenteng Jaga Harapan Panen

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: BPP Kecamatan Lenteng pasang RUBUHA di Desa Poreh

Foto: BPP Kecamatan Lenteng pasang RUBUHA di Desa Poreh

SUMENEP, detakkota.com —Di tengah hamparan lahan pertanian Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, sejumlah petani yang tergabung di Kelompok Tani (Poktan) El-Amin, bergotong royong membangun sebuah rumah sederhana. Bukan rumah untuk manusia, melainkan rumah bagi burung hantu.

Bagi Kelompok Tani (Poktan) El-Amin, rumah sederhana tersebut memiliki arti penting. Rumah Burung Hantu atau RUBUHA dibangun sebagai salah satu ikhtiar untuk menghadapi hama tikus yang kerap mengancam tanaman dan harapan para petani.

Pembangunan RUBUHA dilakukan secara swadaya oleh BPP Kecamatan Lenteng bersama Poktan El-Amin Desa Poreh. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wibi serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Baca Juga:  Desa Matanair Terima Enam Proyek P3TGAI, Kualitas Pekerjaan Harus Sesuai Juknis
Foto: Kordinator Penyuluh Kecamatan Lenteng pimpin pemasangan RUBUHA di desa Poreh

 

“Di balik tiang dan rumah sederhana yang dibangun bersama itu, tersimpan sebuah harapan. Para petani ingin menghadirkan kembali keseimbangan alam di lahan pertanian mereka dengan memanfaatkan burung hantu sebagai predator alami tikus,” ucap Kordinator Penyuluh Kecamatan Lenteng, Saddam Susilo. Rabu (2-9-2026).

Masih kata Saddam, Tikus selama ini menjadi salah satu hama yang cukup meresahkan petani. Serangannya tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga dapat mengancam hasil panen yang telah lama dinantikan.

Baca Juga:  Alamat di Pabian, Hibah Rp500 Juta Tak Berbekas: Dana Mengalir ke Mana?

Karena itu, langkah membangun Rumah Burung Hantu bukan sekadar pembangunan sebuah sarana. Bagi petani, ini adalah bentuk ikhtiar untuk menjaga tanaman sekaligus membangun pertanian yang lebih ramah terhadap lingkungan.

“Melalui pendampingan PPL dan Petugas POPT, para petani diajak memahami bahwa pengendalian hama tidak selalu harus bergantung pada bahan kimia. Alam memiliki keseimbangannya sendiri, dan burung hantu menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keseimbangan tersebut,” terangnya.

Gotong royong pun menjadi semangat utama dalam pembangunan RUBUHA. Dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, petani Poktan El-Amin bersama-sama membangun rumah bagi predator alami tikus tersebut secara swadaya.

Baca Juga:  Polda Jatim Berkali-kali Gagalkan Motor Bodong ke Kangean, Polresta Sumenep Bisa Apa?

“Yang dibangun bukan hanya rumah burung hantu, tetapi juga harapan untuk menjaga tanaman dan hasil panen,” tuturnya.

Di tengah tantangan pertanian yang semakin kompleks, langkah sederhana para petani Desa Poreh itu membuktikan bahwa gotong royong dan keselarasan dengan alam masih menjadi kekuatan penting untuk menjaga harapan di setiap musim tanam.

“Terkadang, harapan besar memang dimulai dari sebuah rumah kecil di tengah sawah. Ketika manusia menjaga alam, alam pun perlahan belajar kembali menjaga manusia,” pungkas Saddam.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Pembangunan KDMP di Sumenep Dikabarkan Diambil Alih Kodim 0827, Ada Apa dengan Kontraktor Awal?
Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Sejumlah Pembangunan KDMP di Sumenep Dikabarkan Diambil Alih Kodim 0827, Ada Apa dengan Kontraktor Awal?

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Update News

Opini

Hari Jadi-Jadian: Kolaborasi Atau Akal-Akalan Anggaran?

Selasa, 3 Nov 2026 - 05:05 WIB

Opini

BISMILLAH NGAUT

Senin, 2 Nov 2026 - 17:55 WIB