Desa Matanair Terima Enam Proyek P3TGAI, Kualitas Pekerjaan Harus Sesuai Juknis

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

SUMENEP, detakkota.com – Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu desa yang memperoleh alokasi enam paket Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Empat paket proyek tersebut masing-masing diterima oleh, HIPPA Jaya Abadi, P3A Jaya Makmur, P3A Mata Air Suci serta P3A Putra Tanah Rajeh, Sumber Barokah Gunung dan Perkumpulan Petani Pemakai Air Permata Biru.

Proyek P3TGAI sendiri adalah Program padat karya, yang bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi, program tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

P3TGAI merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum yang berfokus pada peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi melalui pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Kontraktor Lama Diduga Kabur, Proyek KDMP Terpantau Lanjut? Dana Sisa Cair Lewat Siapa?

Dengan jumlah paket yang cukup besar, pelaksanaan pekerjaan di Desa Matanair menjadi perhatian berbagai pihak. Seluruh tahapan pembangunan diharapkan mengacu pada petunjuk teknis (juknis), mulai dari spesifikasi material, metode pelaksanaan, hingga volume pekerjaan yang telah ditetapkan.

Kepala Desa Matanair, Rasidi saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa di desanya mendapat enam paket Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Namun dirinya memastikan bahwa proyek tersebut bukan milik desa atau pribadinya, melainkan warga Desa Matanair.

Baca Juga:  Pulau Kangean, “Surga” Motor Bodong di Sumenep? Polresta Sumenep Diminta Bongkar Jaringan

“Bukan lek, saya gak dapat. Itu warga saya semua,” jelas Rasidi singkat. Jumat (24-7-2026).

Sementara itu, salah satu masyarakat Desa Matanair berharap pelaksanaan proyek tersebut tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga mengedepankan mutu konstruksi agar saluran irigasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani.

“Program ini menggunakan anggaran negara sehingga kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas. Jangan sampai pekerjaan selesai secara administrasi, tetapi hasilnya tidak bertahan lama karena tidak sesuai spesifikasi,” ucapnya.

Selain kualitas fisik, transparansi juga dinilai menjadi faktor penting dalam pelaksanaan P3TGAI. Papan informasi kegiatan, keterbukaan penggunaan anggaran, serta pelibatan masyarakat dalam pengawasan diharapkan dapat mencegah terjadinya penyimpangan.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Sumenep Kecewa, Nilai Bupati Abaikan Surat Terkait Ketidakhadiran Kepala OPD

“Pengawasan dari tenaga pendamping harus benar-benar berfungsi, jangan hanya sekedar formalitas serta numpang dokumentasi pekerjaan, namun abai terhadap juknis,” pungkasnya.

Sementara itu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Desa Matanair yang secara hukum bertanggung jawab terhadap pengawasan proyek tersebut belum bisa dimintai keterangannya, hak jawab dari yang bersangkutan maupun ketua kelompok penerima manfaat akan dimuat pada pemberitaan berikutnya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Update News

Foto: viral pamflet Big Bos DRT H. Udik

Uncategorized

Nama Big Bos DRT Mulai Mengemuka, Sinyal Menuju Pilkada Sumenep 2029?

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:02 WIB