Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist

Foto: ist

SUMENEP, detakkota.com – Sorotan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, tampaknya belum berakhir. Setelah sebelumnya muncul dugaan persoalan pendataan di Desa Sendir, kini pelaksanaan sensus di Desa Daramista juga mulai dipertanyakan.

Persoalan ini,  kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 benar-benar dilakukan sesuai prosedur dan mampu menghasilkan data yang akurat.

Jika sebelumnya masyarakat Desa Sendir mempertanyakan adanya proses pendataan yang dinilai tidak maksimal, kini informasi serupa kembali muncul dari wilayah Desa Daramista.

Sejumlah warga disebut mempertanyakan mekanisme pendataan yang dilakukan petugas di lapangan. Persoalan utamanya bukan sekadar ada atau tidaknya petugas datang, melainkan apakah proses pendataan benar-benar dilakukan melalui wawancara dan verifikasi terhadap kondisi ekonomi setiap pelaku usaha maupun rumah tangga yang menjadi sasaran sensus.

Baca Juga:  AWDI DPC Sumenep Gelar Rapat, Panitia RAKER 2027 Mulai Dibentuk

“Sensus ekonomi bukan sekadar aktivitas administratif berupa pencatatan nama, alamat, atau pemasangan tanda tertentu. Data yang dikumpulkan menjadi bagian penting dalam menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat serta menjadi salah satu bahan perumusan kebijakan pembangunan,” ujar warga Daramista.

Munculnya persoalan di Daramista, membuat dugaan masalah pendataan di Kecamatan Lenteng tidak lagi dapat dilihat sebagai persoalan yang hanya terjadi di satu desa.

Apabila temuan serupa muncul di beberapa desa, Badan Pusat Statistik (BPS) tentu perlu memastikan kembali bagaimana proses pendataan dilaksanakan oleh petugas di lapangan.

“Pertanyaan publik pun semakin mengarah pada mekanisme pengawasan. Yang pertama, Apakah setiap petugas benar-benar melakukan wawancara sesuai ketentuan? Apakah seluruh objek sensus telah dikunjungi? Bagaimana mekanisme verifikasi terhadap data yang diperoleh? Dan, apakah ada proses pemeriksaan ulang terhadap wilayah yang ditemukan memiliki kejanggalan?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar tidak muncul kesan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 hanya mengejar target penyelesaian pendataan tanpa memastikan kualitas informasi yang dikumpulkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Melon Premium Jenis Sweet Lavender Jadi Andalan Nurani Farm

Dengan munculnya sorotan dari lebih dari satu desa, BPS Sumenep dinilai perlu mengambil langkah proaktif dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Desa Jambu, Sendir dan Daramista dapat menjadi titik awal untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sensus di Kecamatan Lenteng.

“Jangan sampai data yang nantinya menjadi dasar membaca kondisi ekonomi masyarakat, justru dibangun dari proses pendataan yang tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan,” Imbuhnya.

Baca Juga:  Diduga Terima Uang Jutaan Rupiah, Oknum Pegawai Bapenda Sumenep Coreng Bismillah Melayani

Masyarakat tidak sedang mempertanyakan keberadaan Sensus Ekonomi. Sebaliknya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa sensus tersebut benar-benar dilaksanakan secara profesional, transparan, dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kini bola berada di tangan BPS Sumenep. Apakah sorotan dari Desa Sendir dan Daramista hanya persoalan teknis di lapangan, atau menjadi indikasi adanya persoalan yang lebih luas dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng?.

“Jawabannya tentu tidak cukup melalui pernyataan administratif. Publik membutuhkan verifikasi dan penjelasan berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” pungkasnya.

 

Catatan Redaksi : Karena keterbatasan akses informasi, Media detakkota.com membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak penyelenggara Sensus Ekonomi maupun petugas terkait untuk memberikan hak jawab dan penjelasan.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Sumber Berita: Detak Kota

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat
SPBU Kosong, Bensin Eceran Melimpah: Ke Mana Larinya BBM Bersubsidi di Sumenep?

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Update News

Foto: viral pamflet Big Bos DRT H. Udik

Uncategorized

Nama Big Bos DRT Mulai Mengemuka, Sinyal Menuju Pilkada Sumenep 2029?

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:02 WIB