SUMENEP, detakkota.com – Kinerja Kepala Puskesmas (Kapus) Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Dian Maharanny, mulai mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Setelah sebelumnya pengelolaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Puskesmas Masalembu dipersoalkan, kini muncul dugaan persoalan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN).
Seorang warga Masalembu berinisial HI mengungkapkan bahwa, dirinya sudah cukup lama tidak melihat keberadaan Dian Maharanny di wilayah Kecamatan Masalembu, termasuk di lingkungan tempat kerjanya.
Bahkan, menurut pengakuannya, Kapus Masalembu tersebut diduga hampir satu bulan tidak terlihat menjalankan aktivitas di kantor maupun memberikan pelayanan di wilayah kepulauan tersebut.
“Kapusnya sudah hampir sebulan tidak masuk kantor sampai sekarang. Coba konfirmasi ke Kapus, Mas. Sepertinya sekarang di Sumenep,” terang HI kepada media ini. Minggu (1-11-2026).
Informasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagai pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, keberadaan kepala puskesmas dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, terlebih bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Masalembu.
Publik pun mulai mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap kedisiplinan ASN di lingkungan Puskesmas Masalembu. Jika benar terjadi ketidakhadiran dalam waktu cukup lama tanpa alasan dan mekanisme penugasan yang jelas, kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sorotan terhadap Dian Maharanny bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, pengelolaan program PMT Puskesmas Masalembu juga menjadi polemik setelah pejabat gizi setempat mengaku tidak dilibatkan dalam pengelolaan program tersebut sepanjang tahun 2026.
Persoalan itu memunculkan pertanyaan mengenai transparansi, pembagian kewenangan, serta pelaksanaan program yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat.
Kini, dua persoalan berbeda tersebut sama-sama membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak terkait. Bupati Sumenep dan Dinas Kesehatan diharapkan tidak tinggal diam serta segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di Puskesmas Masalembu.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Masalembu, Dian Maharanny, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media, baik mengenai dugaan persoalan pengelolaan program PMT maupun informasi terkait ketidakhadirannya di tempat kerja.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Dian Maharanny maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak berkembang menjadi asumsi liar di tengah masyarakat.
Bupati Sumenep wajib tahu. Jangan sampai pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan terganggu hanya karena lemahnya pengawasan terhadap pejabat yang seharusnya bertanggung jawab atas jalannya pelayanan kesehatan.
Penulis : Bam's
Editor : Udix









