Pengelolaan PMT Puskesmas Masalembu Dipertanyakan, Pejabat Gizi Mengaku Tak Dilibatkan Sepanjang 2026

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Puskesmas Masalembu

Foto: Puskesmas Masalembu

SUMENEP, detakkota.com –Pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Puskesmas Masalembu, Kabupaten Sumenep, mulai menjadi perhatian. Hal ini menyusul adanya pengakuan pejabat gizi setempat yang menyebut tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan program tersebut sepanjang tahun 2026.

Persoalan ini memunculkan tanda tanya mengenai mekanisme pelaksanaan PMT di lingkungan Puskesmas Masalembu. Terutama menyangkut keterlibatan tenaga kesehatan yang secara struktural memiliki tugas dan tanggung jawab di bidang gizi.

Pejabat gizi Puskesmas Masalembu, Nia, mengungkapkan bahwa dirinya tidak mendapatkan peran dalam pelaksanaan program PMT tahun 2026. Padahal, program tersebut berkaitan langsung dengan bidang tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga:  H-1 Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Warga Masalembu Dapat Kado Pahit: Kantor Kecamatan Roboh

“Padahal secara struktural, itu merupakan bidang dan tugas kami. Namun, dalam pelaksanaannya, kami sama sekali tidak diberikan peran selama tahun 2026, Program PMT tahun 2026 dilaksanakan sendiri oleh Kapus, dan saya sedikitpun tidak dilibatkan dalam program tersebut, sehingga untuk pertanyaan apapun terkait PMT tahun 2026 saya tidak tahu,” ungkap Nia.

Pengakuan tersebut membuka ruang pertanyaan mengenai pola pengelolaan program PMT di Puskesmas Masalembu. Mulai dari siapa yang menyusun perencanaan, menentukan kebutuhan makanan tambahan, mengatur pengadaan, melakukan pendistribusian, hingga memastikan pengawasan terhadap pelaksanaannya.

Baca Juga:  E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?

Padahal, PMT bukan sekadar kegiatan rutin membagikan makanan kepada masyarakat. Program tersebut memiliki kaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan balita, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam aspek kesehatan dan tumbuh kembang.

Karena itu, keterlibatan tenaga yang memiliki kompetensi serta tugas di bidang gizi menjadi salah satu aspek penting yang patut diperhatikan dalam pelaksanaan program tersebut.

Tidak dilibatkannya pejabat gizi sebagaimana pengakuan Nia juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana aspek teknis dan pengawasan program PMT dijalankan selama ini.

Baca Juga:  Idham Halil Mulai Bertugas, Sekda Sumenep Masih Bungkam Soal Kompetensi

Publik tentu membutuhkan penjelasan mengenai tata kelola program tersebut, termasuk pembagian kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pihak agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini ditulis, persoalan tersebut menjadi perhatian terhadap transparansi dan mekanisme pengelolaan PMT di Puskesmas Masalembu.

Klarifikasi dari Kepala Puskesmas Masalembu diperlukan untuk menjelaskan alasan tidak dilibatkannya pejabat gizi dalam program PMT tahun 2026, sekaligus memberikan gambaran mengenai mekanisme perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapus Masalembu Masih Bungkam, Bupati dan Kadinkes Jangan Tinggal Diam
Bupati Wajib Tahu, Dua Persoalan Membelit Kapus Masalembu, PMT Dipersoalkan, Disiplin ASN Disorot
Anggaran Haul Raja-Raja Madura Dipertanyakan, Benarkah OPD Harus Tanggung Konsumsi Sendiri?
Surat Undangan Haul Raja Madura Dipertanyakan, Sekretariat Daerah Sumenep Dituding Tidak Cermat Susun Administrasi
H-1 Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Warga Masalembu Dapat Kado Pahit: Kantor Kecamatan Roboh
Antrean Mobil di SPBU Kolor Dikeluhkan, Pengguna Jalan Soroti Antrean Memakan Separuh Jalan
E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?
E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Dipersoalkan, Siapa yang Diuntungkan?

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:59 WIB

Kapus Masalembu Masih Bungkam, Bupati dan Kadinkes Jangan Tinggal Diam

Minggu, 1 November 2026 - 17:07 WIB

Bupati Wajib Tahu, Dua Persoalan Membelit Kapus Masalembu, PMT Dipersoalkan, Disiplin ASN Disorot

Minggu, 1 November 2026 - 12:42 WIB

Pengelolaan PMT Puskesmas Masalembu Dipertanyakan, Pejabat Gizi Mengaku Tak Dilibatkan Sepanjang 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Surat Undangan Haul Raja Madura Dipertanyakan, Sekretariat Daerah Sumenep Dituding Tidak Cermat Susun Administrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

H-1 Hari Jadi Kabupaten Sumenep, Warga Masalembu Dapat Kado Pahit: Kantor Kecamatan Roboh

Update News

Opini

Hari Jadi-Jadian: Kolaborasi Atau Akal-Akalan Anggaran?

Selasa, 3 Nov 2026 - 05:05 WIB

Opini

BISMILLAH NGAUT

Senin, 2 Nov 2026 - 17:55 WIB