Website Desa Puluhan Juta di Sumenep Diduga Jadi Cangkang Kosong, Hanya Pajangan Tanpa Fungsi

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: tangkapan layar website milik Desa Basoka, Kecamatan Rubaru.

Foto: tangkapan layar website milik Desa Basoka, Kecamatan Rubaru.

SUMENEP, detakkota.com – Sejumlah website resmi desa di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan. Meski dibuat dengan anggaran yang disebut mencapai puluhan juta rupiah, keberadaannya dinilai hanya menjadi “cangkang kosong” karena tidak difungsikan sebagaimana mestinya sebagai media pelayanan dan keterbukaan informasi publik.

Salah satu contohnya terlihat pada Website Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Dari tampilan beranda, situs tersebut memang menampilkan desain yang cukup menarik dengan foto ikon desa dan tulisan “Selamat Datang di Website Desa Basoka”. Namun ketika ditelusuri lebih lanjut, isi website dinilai minim informasi, jarang diperbarui, dan nyaris tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Dugaan Komersialisasi Gerakan Demo Mr. Ball Berlanjut, Antara Nurani dan Nominal

Ironisnya, website yang seharusnya menjadi etalase digital desa itu diibaratkan seperti stan pameran yang megah, tetapi kosong tanpa produk yang dijual. Ada bangunan dan tampilan, tetapi tidak ada konten yang benar-benar dibutuhkan warga.

Padahal, berdasarkan semangat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pemerintah desa berkewajiban menyediakan informasi yang mudah diakses masyarakat, mulai dari APBDes, realisasi anggaran, program pembangunan, pelayanan administrasi, hingga potensi desa.

Seorang pemerhati tata kelola desa di Sumenep menilai, website desa tidak boleh sekadar menjadi formalitas untuk menghabiskan anggaran.

Baca Juga:  Proyek Aspal Desa Babbalan Disorot, Sumber Anggaran Dipertanyakan

“Kalau hanya ada halaman depan tanpa informasi yang diperbarui, itu sama saja papan nama digital. Masyarakat tidak mendapatkan pelayanan maupun transparansi,” ujar M. Surahman. Senin (24-8-2026). 

Maman sapaan akrabnya pun mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran pembuatan website desa. Jika nilainya mencapai puluhan juta rupiah, publik berhak mengetahui sejauh mana website tersebut dimanfaatkan dan siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaannya.

“Infonya yang di Kecamatan Rubaru itu dipatok harga Rp.15jt dan di koordinir oleh Camatnya, setelah kami telusuri isinya hanya cangkang kosong, fenomena ini hampir sama diseluruh desa se Kecamatan Rubaru, bahkan sudah ada yang mati wabnya dan tidak diperpanjang lagi,”  pungkasnya.

Baca Juga:  Kontraktor Lama Diduga Kabur, Proyek KDMP Terpantau Lanjut? Dana Sisa Cair Lewat Siapa?

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Basoka maupun Camat Rubaru belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi website desa yang terlihat seperti cangkang kosong tersebut, Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak yang menjadi objek pemberitaan.

Catatan Redaksi: Pemberitaan ini merupakan bentuk kontrol sosial terhadap pemanfaatan aset digital desa dan mendorong optimalisasi website sebagai sarana pelayanan publik, bukan sekadar tampilan seremonial.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Kamis, 3 September 2026 - 17:53 WIB

Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng

Update News

Foto: Fauzi as

Uncategorized

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:20 WIB