SPBU Kosong, Bensin Eceran Melimpah: Ke Mana Larinya BBM Bersubsidi di Sumenep?

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 04:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist

Foto: ist

SUMENEP, detakkota.com – Fenomena kosongnya stok Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Sumenep mulai memicu tanda tanya. Saat masyarakat yang datang ke SPBU harus pulang dengan tangan hampa karena BBM bersubsidi disebut tidak tersedia, bensin di tingkat pengecer justru terlihat tetap ready.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: ke mana sebenarnya larinya BBM bersubsidi tersebut?.

Pantauan di lapangan, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite. Di beberapa SPBU, kendaraan roda dua maupun roda empat harus mencari tempat pengisian lain lantaran stok Pertalite kosong atau pelayanan dihentikan sementara.

Namun situasi berbeda terlihat di sejumlah tempat penjualan bensin eceran. Botol-botol dan jeriken berisi bensin masih tersedia dan siap dijual kepada masyarakat, tentu dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding harga resmi di SPBU.

Baca Juga:  Sejumlah Pembangunan KDMP di Sumenep Dikabarkan Diambil Alih Kodim 0827, Ada Apa dengan Kontraktor Awal?

Fenomena ini membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Sumenep.

“Di SPBU katanya kosong, tapi di pinggir jalan bensin eceran masih banyak. Kalau memang distribusi sedang bermasalah, kenapa di eceran justru masih ada?” ungkap warga Desa Kolor. Rabu (2-9-2026).

Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. Pertalite merupakan BBM yang mendapat subsidi dan diperuntukkan bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, kelangkaan di SPBU sementara bensin mudah ditemukan di tingkat pengecer patut mendapat perhatian serius.

Pihaknya mendesak adanya transparansi terkait distribusi BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU di Sumenep. Mulai dari jumlah kuota yang diterima, stok yang disalurkan, hingga kemungkinan adanya kebocoran dalam rantai distribusi perlu ditelusuri secara terbuka.

Baca Juga:  The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

“Jangan sampai BBM bersubsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat justru berubah menjadi barang yang sulit diperoleh di SPBU, tetapi mudah ditemukan melalui jalur-jalur tidak resmi dengan harga lebih mahal,” tuturnya.

Jika benar terjadi kelangkaan akibat keterlambatan pasokan, maka pihak terkait perlu menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Sebab, tanpa penjelasan yang transparan, kondisi tersebut akan terus memunculkan dugaan dan spekulasi.

Lebih jauh, instansi terkait juga perlu memastikan apakah bensin yang dijual secara eceran berasal dari jalur distribusi yang legal atau terdapat dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Baca Juga:  Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Rp2,57 Miliar Disorot, Diduga Dikerjakan Ugal-ugalan dan Tak Sesuai Spesifikasi

“Di tengah kosongnya Pertalite di sejumlah SPBU, keberadaan bensin eceran yang justru terlihat selalu siap menjadi tanda tanya besar: apakah benar BBM bersubsidi sedang langka, atau ada persoalan dalam mata rantai distribusinya?,” pungkasnya.

Kini publik menunggu jawaban. Ke mana larinya Pertalite ketika SPBU kosong, sementara bensin eceran tetap tersedia di berbagai tempat?

Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait diharapkan tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Jika memang ada permainan atau penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi, maka penelusuran harus dilakukan secara menyeluruh.

BBM bersubsidi adalah hak masyarakat, bukan komoditas untuk mencari keuntungan segelintir pihak.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Pembangunan KDMP di Sumenep Dikabarkan Diambil Alih Kodim 0827, Ada Apa dengan Kontraktor Awal?
Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Sejumlah Pembangunan KDMP di Sumenep Dikabarkan Diambil Alih Kodim 0827, Ada Apa dengan Kontraktor Awal?

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Update News

Opini

Hari Jadi-Jadian: Kolaborasi Atau Akal-Akalan Anggaran?

Selasa, 3 Nov 2026 - 05:05 WIB

Opini

BISMILLAH NGAUT

Senin, 2 Nov 2026 - 17:55 WIB