Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Rp2,57 Miliar Disorot, Diduga Dikerjakan Ugal-ugalan dan Tak Sesuai Spesifikasi

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: kondisi proyek tampak pecah

Foto: kondisi proyek tampak pecah

SUMENEP, detakkota.com – Proyek rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan masyarakat. Pekerjaan senilai Rp2.571.669.000 yang bersumber dari APBD 2026 itu diduga dikerjakan secara ugal-ugalan dan disinyalir tidak memenuhi spesifikasi teknis.

Sorotan tersebut muncul setelah media ini mendokumentasikan kondisi fisik proyek yang dinilai janggal. Terjadi keretakan dibanyak titik. Tidak hanya retak, kondisi pasangan beton juga terlihat pecah dan hancur di bagian ujung, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan dinilai kurang rapi meski pekerjaan saat ini masih berlangsung.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Paket Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair (No.31/DAK) yang dilaksanakan oleh CV Gudang Satu dengan nilai kontrak Rp2,57 miliar dan berlokasi di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Kondisi proyek yang terlihat ugal-ugalan tersebut mendapat perhatian serius dari ketua AWDI DPC Sumenep, Rakib berharap proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu benar-benar mengutamakan kualitas, bukan sekadar mengejar target penyelesaian.

“Kalau baru dikerjakan sudah terlihat pecah dan hasilnya seperti ini, wajar kami mempertanyakan mutu pekerjaannya,” ujarnya. Sabtu (22-8-2026).

Selain kondisi beton yang retak dibanyak titik, Rakib juga mempertanyakan apakah ketebalan, mutu material, hingga metode pelaksanaan telah benar-benar mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.

Baca Juga:  Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

“Jangan sampai proyek yang dibiayai dari pajak rakyat dijadikan bancakan oleh oknum kontraktor,” tuturnya.

Terakhir dirinya mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Sumenep segera melakukan inspeksi lapangan secara menyeluruh. Pemeriksaan diminta meliputi mutu beton, volume pekerjaan, ketebalan konstruksi, hingga kualitas pelaksanaan di setiap titik.

“Apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi maupun pengurangan mutu pekerjaan, saya meminta kontraktor diminta bertanggung jawab sesuai ketentuan kontrak yang berlaku,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Sumenep Kecewa, Nilai Bupati Abaikan Surat Terkait Ketidakhadiran Kepala OPD

Sekedar untuk diketahui, Jalan Batuan–Matanair sendiri merupakan salah satu dari enam paket prioritas pembangunan jalan Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2026 yang ditargetkan meningkatkan konektivitas masyarakat Rubaru. Pemerintah sebelumnya menyatakan seluruh proyek akan diawasi agar sesuai spesifikasi dan selesai tepat waktu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun DPUTR Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Salamet Supriyadi masih enggan buka suara, konfirmasi yang dikirim oleh awak media tidak di respon.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Update News

Foto: viral pamflet Big Bos DRT H. Udik

Uncategorized

Nama Big Bos DRT Mulai Mengemuka, Sinyal Menuju Pilkada Sumenep 2029?

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:02 WIB