SUMENEP, detakkota.com – Sorotan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, semakin menguat. Setelah sebelumnya muncul keluhan warga yang mengaku tidak pernah didatangi petugas, kini terungkap dugaan modus pendataan yang lebih mencengangkan.
Seorang warga Desa Sendir mengaku menemukan stiker atau tanda pendataan Sensus Ekonomi telah ditempel pada rumahnya, namun tanpa melalui proses wawancara langsung sebagaimana mestinya.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan serius: bagaimana data ekonomi masyarakat bisa dipastikan akurat apabila stiker pendataan ditempel tanpa proses penggalian informasi dari responden?.
Dirinya mengaku bingung ketika mendapati stiker Sensus Ekonomi telah menempel, padahal tidak ada petugas yang datang untuk menanyakan aktivitas ekonomi, jenis usaha, omzet, jumlah pekerja maupun informasi lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
“Iya saya juga, Tiba-tiba ada sticker sudah tertempel dirumah” ungkap warga Desa Sendir inisial H kepada detakkota.com, Jumat (4/9/2026).
Pengakuan tersebut tentu menjadi sorotan serius. Sebab, proses wawancara terhadap responden merupakan bagian penting untuk memastikan data yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Apabila pendataan hanya berhenti pada penempelan stiker tanpa wawancara, maka patut dipertanyakan dari mana data mengenai kegiatan ekonomi warga diperoleh.
Jangan sampai stiker hanya menjadi bukti formal bahwa pendataan telah dilakukan, sementara proses pengumpulan data substansial justru tidak berlangsung sebagaimana mestinya.
Praktik tersebut juga berpotensi memperkuat kekhawatiran sebelumnya terkait akurasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Kecamatan Lenteng.
Rangkaian temuan tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai mekanisme pengawasan dan kualitas pendataan di lapangan.
Apakah seluruh rumah tangga dan unit usaha benar-benar telah didata? Apakah wawancara dilakukan secara langsung? Dan apakah data yang masuk benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat?
Sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan administratif. Data yang dihimpun berpotensi menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan.
Karena itu, kesalahan atau ketidakakuratan dalam proses pendataan dapat berdampak pada kualitas data yang dihasilkan.
Apabila benar terdapat pemasangan stiker tanpa wawancara, maka instansi terkait perlu melakukan penelusuran dan evaluasi secara serius. Verifikasi ulang terhadap wilayah yang diduga mengalami persoalan pendataan menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada data yang dicatat tanpa melalui proses yang semestinya.
Jangan sampai Sensus Ekonomi 2026 hanya sukses secara administratif—stiker tertempel, formulir dianggap selesai—namun gagal menghadirkan potret ekonomi masyarakat yang sebenarnya.
Detakkota.com akan terus menelusuri persoalan ini dan membuka ruang klarifikasi bagi petugas sensus maupun pihak berwenang untuk memberikan penjelasan terkait metode pendataan serta dugaan pemasangan stiker tanpa wawancara tersebut.
Penulis : Bam's
Editor : Udix








