Di Balik Peci Ketum PBNU Baru: Gus Kikin Ternyata Pemilik  Bisnis Migas di Madura

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketum PBNU Gus Kikin

Foto: Ketum PBNU Gus Kikin

JAKARTA, detakkota.com – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin kini resmi memulai babak baru sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.

Di balik kiprahnya sebagai ulama dan tokoh pesantren, sosok yang akrab disapa Gus Kikin itu juga memiliki perjalanan panjang di dunia usaha, termasuk sektor minyak dan gas bumi.

Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Keputusan tersebut menempatkan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu sebagai pemegang amanah kepemimpinan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan.

Baca Juga:  Melon Premium Jenis Sweet Lavender Jadi Andalan Nurani Farm

Terpilihnya Gus Kikin juga kembali menyoroti kiprahnya di sektor energi. Ia dikenal memiliki keterkaitan dengan PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan yang mengelola Wilayah Kerja South East Madura Block.

Wilayah kerja tersebut berada di kawasan strategis Jawa Timur dan mencakup area yang berkaitan dengan Sumenep dan Situbondo. PT EML menjalankan kegiatan di sektor hulu migas, mulai dari tahapan eksplorasi hingga pengembangan potensi produksi.

Jejak aktivitas EML juga pernah terlihat di Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui kegiatan pemboran sumur eksplorasi ENC-02 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya eksplorasi potensi hidrokarbon di kawasan South East Madura Block.

Baca Juga:  Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair Rp2,57 Miliar Disorot, Diduga Dikerjakan Ugal-ugalan dan Tak Sesuai Spesifikasi

Dengan latar belakang tersebut, Gus Kikin bukan hanya dikenal sebagai tokoh pesantren dan organisatoris NU. Ia juga memiliki pengalaman di sektor usaha strategis, terutama energi dan migas.

Kini, tantangan baru menanti di hadapannya. Gus Kikin akan memimpin PBNU dalam masa khidmah 2026–2031, sebuah periode yang akan menjadi perhatian warga Nahdliyin dan publik secara luas.

Posisi barunya sebagai Ketua Umum PBNU pun membuat perjalanan hidup Gus Kikin berada dalam sorotan yang lebih besar. Dari dunia pesantren hingga sektor migas, kini ia mendapat amanah untuk memimpin organisasi keagamaan dengan basis massa terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  Beyond Reality: Exploring the Future of Gaming with Virtual Reality Technology

Kiprahnya selama lima tahun ke depan tentu akan menjadi catatan tersendiri, terutama bagaimana Gus Kikin membawa PBNU menghadapi berbagai dinamika sosial, kebangsaan, dan tantangan zaman.

Perjalanan seorang ulama yang memiliki pengalaman di dunia pesantren, organisasi, bisnis, dan sektor energi tersebut kini memasuki fase baru: memimpin PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat
SPBU Kosong, Bensin Eceran Melimpah: Ke Mana Larinya BBM Bersubsidi di Sumenep?
Melawan Tikus dengan Burung Hantu, Swadaya Petani Poreh Bersama BPP Lenteng Jaga Harapan Panen

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Kamis, 3 September 2026 - 17:53 WIB

Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng

Kamis, 3 September 2026 - 17:17 WIB

Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar

Update News