Madura Culture Fest #4 Diklaim Non-APBD, Mampukah EO dan Sponsor Biayai Seluruh Rangkaian?

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

SUMENEP, detakkota.com –Pelaksanaan Madura Culture Fest (MCF) #4 Tahun 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura disebut akan memiliki konsep berbeda dibanding pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah munculnya informasi bahwa kegiatan tersebut tahun ini dikabarkan digelar tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Berdasarkan poster kegiatan yang beredar, Madura Culture Fest #4 dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026 di Stadion Ahmad Yani Sumenep. Sejumlah agenda tercantum dalam rangkaian kegiatan, mulai dari Madura Night Vaganza, Festival Desa Wisata Madura, Festival Tari Nasional, Festival Kopi, Festival Tembakau Madura, E-Sport Competition, konser musik, expo UMKM dan kuliner, hingga parade musik tong-tong.

Kegiatan tersebut juga disebut melibatkan 20 kabupaten/kota di Jawa Timur, serta diikuti unsur OPD, BUMD, BUMN, perusahaan swasta, CV hingga perbankan.

Baca Juga:  Hallo Polresta, Debt Collector Berlagak Preman Marak di Sumenep

Namun, informasi mengenai sumber pembiayaan kegiatan menjadi pertanyaan tersendiri. Jika benar penyelenggaraan MCF #4 tahun ini tidak menggunakan APBD dan seluruh pembiayaan ditangani pihak event organizer (EO) bersama sponsor, publik tentu ingin mengetahui seberapa besar kesiapan pembiayaan tersebut.

Pertanyaan sederhananya, mampukah pihak EO membiayai seluruh rangkaian kegiatan tanpa dukungan APBD? Kemudian, sejauh mana sponsor mampu meng-cover kebutuhan anggaran kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan banyak agenda serta peserta dari berbagai daerah?.

Pertanyaan tersebut dinilai wajar mengingat skala kegiatan yang cukup besar. Selain menghadirkan berbagai pertunjukan dan kegiatan, MCF #4 juga membawa nama Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumah sekaligus bagian dari promosi kebudayaan Madura.

Pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan serupa disebut mendapat dukungan anggaran daerah dengan nilai yang mencapai ratusan juta rupiah. Namun, besaran anggaran maupun mekanisme pembiayaan pada pelaksanaan sebelumnya perlu dikonfirmasi secara resmi kepada Pemkab Sumenep agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Jangan Jadikan Tokoh Agama Tameng Kepentingan, Gagalnya Demo Mr. Ball Jadi Sorotan

“Jika tahun ini benar-benar dilaksanakan secara non-APBD, maka perubahan pola pembiayaan tersebut patut diapresiasi. Sebab, penyelenggaraan kegiatan berskala besar dengan mengandalkan pembiayaan dari sponsor dan pihak swasta dapat menjadi model baru dalam pelaksanaan event daerah, sekaligus mengurangi beban anggaran pemerintah,” ucap Alung Warga Sumenep.Rabu (26-8-2026).

Meski demikian, aspek transparansi tetap menjadi kunci. Masyarakat berhak mengetahui siapa penyelenggara kegiatan, bagaimana pola kerja sama dengan Pemkab Sumenep, dari mana sumber pembiayaan, serta apakah terdapat dukungan dalam bentuk fasilitas maupun pembiayaan tidak langsung dari pemerintah daerah.

Baca Juga:  Proyek Ugal-ugalan, Ketua AWDI Sumenep Warning CV. Gudang Satu

“Sebab, label “non-APBD” seharusnya tidak berhenti pada klaim semata. Perlu ada penjelasan terbuka mengenai skema pembiayaannya, terutama jika kegiatan tersebut tetap melibatkan fasilitas pemerintah, penggunaan aset daerah, dukungan OPD, pengamanan, maupun bentuk dukungan lainnya,” ujarnya.

Alung berharap, Pemkab Sumenep dan pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar pelaksanaan Madura Culture Fest #4 tidak hanya meriah secara acara, tetapi juga jelas dari sisi anggaran, sumber pembiayaan dan pertanggungjawaban publik.

“Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bertanya-tanya apakah MCF #4 benar-benar murni dibiayai EO dan sponsor, atau masih terdapat dukungan APBD maupun fasilitas pemerintah dalam bentuk lain,” pungkasnya.

Publik kini menunggu penjelasan resmi Pemkab Sumenep: benarkah Madura Culture Fest #4 tahun 2026 benar-benar nol APBD?

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Update News

Foto: viral pamflet Big Bos DRT H. Udik

Uncategorized

Nama Big Bos DRT Mulai Mengemuka, Sinyal Menuju Pilkada Sumenep 2029?

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:02 WIB