SUMENEP, detakkota.com – Harapan Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah Kerapan Sapi Piala Presiden 2026 kembali kandas. Kabupaten Bangkalan kembali ditetapkan sebagai tuan rumah ajang bergengsi tersebut.
Keputusan itu sontak kembali menyorot Stadion Giling Sumenep, venue yang selama ini menjadi salah satu fasilitas penting dalam pelaksanaan kegiatan kerapan sapi di Kabupaten Sumenep.
Pertanyaan besarnya kini bukan lagi sekadar mengapa Sumenep gagal menjadi tuan rumah, melainkan mengapa persoalan Stadion Giling tak kunjung tuntas?.
Sejumlah pecinta kerapan sapi di Sumenep bahkan secara terbuka menantang Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, untuk menunjukkan langkah konkret membenahi Stadion Giling.
Menurut mereka, persoalan yang membelit Stadion Giling tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik. Di samping pasar yang ada didalam stadion menjadi biang kerok gagalnya Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah, terdapat persoalan yang tak kalah serius yakni mengenai status dan klaim kepemilikan lahan yang disebut bersinggungan dengan Desa Pangarangan.
“Kalau Sumenep memang serius ingin menjadi tuan rumah Piala Presiden, segera benahi Stadion Giling. Jangan setiap tahun berbicara tentang event besar, tetapi persoalan mendasar di stadion tidak selesai,” ujar seorang pecinta kerapan sapi.
Dirinya menyebut, Penetapan Bangkalan sebagai tuan rumah Kerapan Sapi Piala Presiden 2026, menjadi momentum untuk mengukur kembali keseriusan Sumenep dalam menyiapkan infrastruktur dan venue kerapan sapi.
“Pemkab Sumenep bukan hanya tidak serius, tapi juga tidak bernyali dan ciut hadapi Pemdes Pangarangan, buktinya tahun kemaren sudah ditunjuk jadi tuan rumah tapi gagal di detik-detik akhir hanya gara-gara permasalahan pasar, ini kan memalukan,” tuturnya.
Untuk itu dirinya menantang Disbudporapar Sumenep di bawah kepemimpinan Faruk Hanafi untuk mengambil langkah konkret penyelesaian berbagai persoalan, sehingga mimpi Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah Kerapan sapi piala presiden tahun 2027 bisa terwujud.
“Kandasnya Sumenep menjadi tuan rumah Kerapan Sapi Piala Presiden 2026 seharusnya menjadi alarm bagi Pemkab Sumenep. Bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk membuka kembali seluruh persoalan yang selama ini menghambat optimalisasi Stadion Giling,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, Faruk Hanafi selaku Kepala Disbudporapar Sumenep belum memberikan keterangan terkait sorotan dan tantangan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemkab Sumenep maupun Desa Pangarangan.
Penulis : Bam's
Editor : Udix









