Jangan Jadikan Tokoh Agama Tameng Kepentingan, Gagalnya Demo Mr. Ball Jadi Sorotan

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: pamflet seruan aksi persatuan pemuda dan tokoh agama yang akan melakukan demo di Mr. Ball

Foto: pamflet seruan aksi persatuan pemuda dan tokoh agama yang akan melakukan demo di Mr. Ball

SUMENEP, detakkota.com – Gagalnya aksi unjuk rasa yang sebelumnya mengatasnamakan “Persatuan Pemuda dan Tokoh Agama”, untuk mendesak penutupan Mr. Ball memunculkan beragam respons dari masyarakat.

Salah satu yang mengemuka adalah, harapan agar nama tokoh agama tidak dijadikan alat atau tameng untuk kepentingan kelompok maupun kepentingan ekonomi tertentu.

Salah satu warga menilai, apabila suatu gerakan benar-benar lahir dari aspirasi masyarakat dan tokoh agama, maka semestinya dilakukan secara terbuka, memiliki tujuan yang jelas, serta tidak meninggalkan kesan seolah hanya menjadi alat tekanan terhadap pihak tertentu.

“Kalau memang murni perjuangan moral, tentu masyarakat akan mendukung. Tapi jangan sampai nama ulama, kiai, atau tokoh agama hanya dipakai untuk memberi kesan bahwa aksi tersebut mendapat legitimasi, padahal belum tentu demikian,” ujar Basori.

Baca Juga:  Ke Mana Mobil Dinas Ini Digunakan? Terlihat Terparkir dan Berdebu

Menurutnya, tokoh agama merupakan figur yang dihormati masyarakat karena perannya dalam membina moral dan menjaga persatuan. Oleh karena itu, pencantuman nama atau klaim mengatasnamakan tokoh agama dalam sebuah gerakan seharusnya dilakukan dengan persetujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Basori menilai, setiap aksi penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, aksi tersebut sebaiknya tidak dibangun di atas narasi yang berpotensi menyeret nama lembaga keagamaan atau tokoh agama apabila tidak benar-benar mewakili sikap mereka.

Baca Juga:  Aktivitas Pencabutan Kabel Telkom di Sumenep Dikeluhkan Pengguna Jalan, Bekas Galian Ditutup Seadanya

“Jangan sampai tokoh agama dijadikan tameng untuk kepentingan lain. Apalagi jika ada dugaan motif tertentu di balik sebuah gerakan. Nama tokoh agama harus dijaga kehormatannya dan tidak dijadikan alat untuk memperoleh keuntungan, baik keuntungan pribadi, kelompok, maupun bentuk kepentingan lainnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, selebaran ajakan aksi bertajuk “Seruan Aksi Persatuan Pemuda dan Tokoh Agama” sempat beredar luas di media sosial. Namun hingga waktu yang telah ditentukan, aksi tersebut tidak terlaksana sebagaimana yang direncanakan.

Baca Juga:  Puskesmas Lenteng Jemput Bola, Warga Meddelan Antusias Ikuti Skrining TB Gratis untuk Deteksi Dini Penyakit Mematikan

Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai tujuan sebenarnya dari penyebaran ajakan tersebut.

Masyarakat pun berharap, apabila terdapat persoalan yang memang perlu disampaikan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum, hendaknya dilakukan melalui mekanisme yang terbuka, jujur, dan bertanggung jawab, tanpa membawa nama tokoh agama sebagai alat legitimasi apabila tidak benar-benar mendapat mandat dari pihak yang bersangkutan.

Ke depan, semua pihak diharapkan dapat menjaga marwah tokoh agama sebagai pemersatu umat, bukan menjadikannya tameng dalam dinamika kepentingan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Update News

Foto: viral pamflet Big Bos DRT H. Udik

Uncategorized

Nama Big Bos DRT Mulai Mengemuka, Sinyal Menuju Pilkada Sumenep 2029?

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:02 WIB