SUMENEP, detakkota.com – Sorotan terhadap proyek rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru semakin menguat. Setelah dugaan pekerjaan dilakukan secara ugal-ugalan dan tidak sesuai spesifikasi mencuat, Ketua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Sumenep berikan peringatan keras kepada pelaksana proyek, yakni CV. Gudang Satu.
Ketua AWDI Sumenep menegaskan, proyek senilai Rp2.571.669.000 yang dibiayai APBD 2026 bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan menggunakan uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan kualitasnya.
“Jangan jadikan proyek pemerintah sebagai ajang mencari keuntungan dengan mengorbankan mutu pekerjaan. Jika benar dikerjakan asal-asalan, maka CV. Gudang Satu harus siap bertanggung jawab,” tegas Rakib. Minggu (23-8-2026).
Menurutnya, sejumlah temuan di lapangan perlu segera diklarifikasi oleh kontraktor maupun instansi teknis. Mulai dari dugaan metode pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kualitas material yang dipertanyakan, hingga proses pelaksanaan yang dinilai terburu-buru.
AWDI juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep agar tidak tinggal diam. Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh sebelum proyek dibayar penuh, sehingga tidak menimbulkan kerugian keuangan daerah.
“Kami mengingatkan PPK, konsultan pengawas, dan dinas terkait agar benar-benar menjalankan fungsi pengawasan. Jangan sampai proyek miliaran rupiah ini baru beberapa bulan sudah mengalami kerusakan,” lanjutnya.
Selain itu, AWDI membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan dengan mendokumentasikan apabila menemukan dugaan penyimpangan di lapangan. Partisipasi publik dinilai penting demi memastikan setiap rupiah APBD benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
Hingga berita ini diterbitkan, CV. Gudang Satu maupun pihak Dinas PUTR Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Detakkota.com masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang.
Penulis : Bam's
Editor : Udix





