SUMENEP, detakkota.com – Gagalnya aksi demonstrasi yang sebelumnya mengatasnamakan Persatuan Pemuda dan Tokoh Agama di Kabupaten Sumenep yang mendesak penutupan usaha hiburan malam Mr. Ball tampaknya belum menjadi akhir dari persoalan.
Justru, kegagalan aksi tersebut kini membuka babak baru yang memunculkan pertanyaan mengenai siapa pihak yang sebenarnya berada di balik rencana aksi tersebut.
Sebelumnya, publik mempertanyakan dugaan pencatutan nama tokoh agama dalam pamflet aksi yang beredar. Bahkan, muncul dugaan bahwa penggunaan nama tokoh agama tersebut berkaitan dengan kepentingan tertentu dan isu “tukar rupiah”.
Namun, dugaan tersebut hingga kini belum terbukti dan masih membutuhkan penelusuran serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Saat ini muncul dugaan baru. Seorang yang selama ini mengaku sebagai aktivis disebut-sebut diduga berada di balik demo gagal dengan memanfaatkan sejumlah oknum mahasiswa untuk mendukung agenda aksi tersebut.
Narasumber media ini menyebutkan, Munculnya dugaan aktivis yang menjadi dalang dari demo yang digembar-gemborkan namun gagal tersebut dirinya dengar saat berdiskusi bersama teman-temannya.
“Semua masih dugaan, namun saya sering mendengar bahwa orang yang mengaku aktivis ini sering terlibat dalam aksi demo di Kabupaten Sumenep,” ucapnya singkat. Minggu (9-8-2026).
Hingga berita ini kembali diterbitkan, dugaan mengenai keterlibatan seorang yang mengaku aktivis dan pemanfaatan sejumlah mahasiswa tersebut masih memerlukan pembuktian.
Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang merasa disebut atau dirugikan dalam pemberitaan.
Publik kini menunggu satu hal: siapa sebenarnya dalang di balik aksi yang gagal tersebut, dan apakah mahasiswa serta nama tokoh agama hanya dijadikan alat untuk kepentingan tertentu?
Penulis : Bam's
Editor : Udix






