JAKARTA, detakkota.com – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin kini resmi memulai babak baru sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.
Di balik kiprahnya sebagai ulama dan tokoh pesantren, sosok yang akrab disapa Gus Kikin itu juga memiliki perjalanan panjang di dunia usaha, termasuk sektor minyak dan gas bumi.
Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Keputusan tersebut menempatkan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu sebagai pemegang amanah kepemimpinan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan.
Terpilihnya Gus Kikin juga kembali menyoroti kiprahnya di sektor energi. Ia dikenal memiliki keterkaitan dengan PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan yang mengelola Wilayah Kerja South East Madura Block.
Wilayah kerja tersebut berada di kawasan strategis Jawa Timur dan mencakup area yang berkaitan dengan Sumenep dan Situbondo. PT EML menjalankan kegiatan di sektor hulu migas, mulai dari tahapan eksplorasi hingga pengembangan potensi produksi.
Jejak aktivitas EML juga pernah terlihat di Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui kegiatan pemboran sumur eksplorasi ENC-02 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya eksplorasi potensi hidrokarbon di kawasan South East Madura Block.
Dengan latar belakang tersebut, Gus Kikin bukan hanya dikenal sebagai tokoh pesantren dan organisatoris NU. Ia juga memiliki pengalaman di sektor usaha strategis, terutama energi dan migas.
Kini, tantangan baru menanti di hadapannya. Gus Kikin akan memimpin PBNU dalam masa khidmah 2026–2031, sebuah periode yang akan menjadi perhatian warga Nahdliyin dan publik secara luas.
Posisi barunya sebagai Ketua Umum PBNU pun membuat perjalanan hidup Gus Kikin berada dalam sorotan yang lebih besar. Dari dunia pesantren hingga sektor migas, kini ia mendapat amanah untuk memimpin organisasi keagamaan dengan basis massa terbesar di Indonesia.
Kiprahnya selama lima tahun ke depan tentu akan menjadi catatan tersendiri, terutama bagaimana Gus Kikin membawa PBNU menghadapi berbagai dinamika sosial, kebangsaan, dan tantangan zaman.
Perjalanan seorang ulama yang memiliki pengalaman di dunia pesantren, organisasi, bisnis, dan sektor energi tersebut kini memasuki fase baru: memimpin PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.
Penulis : Bam's
Editor : Udix








