SUMENEP, detakkota.com – Sorotan terhadap proyek pengaspalan jalan di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, belum berhenti. Setelah sebelumnya dipertanyakan kualitas pekerjaan dan sumber anggarannya, kini publik mendesak Pemerintah Desa Babbalan membuka secara terang benderang asal-usul anggaran proyek tersebut.
Sorotan ini mencuat karena pada saat pemberitaan sebelumnya diterbitkan, proyek pengaspalan tersebut tersebut mulai dikerjakan sampai selesai tidak dilengkapi papan informasi yang memuat keterangan mengenai sumber dana, nilai anggaran, volume pekerjaan maupun pihak pelaksana.
Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya terkait status proyek tersebut, apakah bersumber dari APBDes, bantuan pemerintah daerah, bantuan keuangan ataupun sumber anggaran lainnya.
Warga menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting agar masyarakat dapat mengetahui sekaligus mengawasi pembangunan yang berada di lingkungan mereka.
“Yang dipersoalkan bukan hanya jalannya diaspal atau tidak. Masyarakat juga berhak mengetahui uang yang digunakan itu berasal dari mana, berapa nilainya dan siapa yang mengerjakan,” ujar salah seorang warga berinisial H. Sabtu (8-8-2027).
Menurutnya, apabila proyek tersebut memang menggunakan anggaran pemerintah, informasi mengenai kegiatan seharusnya dapat diakses masyarakat secara jelas. Dengan demikian, tidak muncul dugaan maupun spekulasi yang tidak perlu.
Selain persoalan anggaran, masyarakat juga berharap kualitas pekerjaan menjadi perhatian. Pengaspalan tidak cukup hanya terlihat bagus ketika baru selesai, tetapi harus memiliki kualitas sesuai perencanaan dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang wajar.
“Kalau kualitasnya sesuai spesifikasi tentu masyarakat akan mendukung. Tetapi kalau informasi anggarannya tidak jelas, masyarakat tentu bertanya-tanya,” imbuhnya.
Pemdes Diminta Tidak Bungkam
Sorotan publik juga mengarah pada Pemerintah Desa Babbalan agar memberikan penjelasan secara terbuka. Terlebih, Desa Babbalan saat ini tengah menjadi perhatian karena berbagai kegiatan pembangunan dan program di tingkat desa.
Dalam pemberitaan sebelumnya, media ini telah berupaya meminta klarifikasi kepada Pj Kepala Desa Babbalan. Namun hingga berita tersebut diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi terkait sumber anggaran proyek pengaspalan tersebut.
Karena itu, publik berharap pemerintah desa maupun instansi terkait tidak membiarkan pertanyaan tersebut berlarut-larut.
Jika proyek tersebut memiliki dasar anggaran dan dokumen pelaksanaan yang jelas, masyarakat menilai tidak ada alasan untuk menutup informasi tersebut.
Masyarakat juga meminta agar pihak terkait menunjukkan dokumen pendukung, mulai dari sumber anggaran, nilai kegiatan, volume pekerjaan, pelaksana hingga dasar pelaksanaan proyek.
Bukan Menuduh, Tetapi Meminta Keterbukaan
Sorotan terhadap proyek tersebut bukan berarti telah menyimpulkan adanya pelanggaran atau penyimpangan. Namun, keterbukaan informasi diperlukan agar setiap dugaan dapat diuji berdasarkan data dan dokumen yang sebenarnya.
Apalagi pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu bentuk penggunaan anggaran publik yang hasilnya langsung dirasakan masyarakat.
Publik pun berharap Pemdes Babbalan segera memberikan klarifikasi. Jika seluruh proses telah dilaksanakan sesuai aturan dan anggaran yang tersedia, penjelasan resmi dari pemerintah desa sekaligus dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat.
Hingga berita lanjutan ini ditulis, belum ada penjelasan resmi yang dapat memastikan sumber anggaran, nilai pekerjaan maupun pihak pelaksana proyek pengaspalan tersebut.
Detakkota.com akan terus melakukan penelusuran dan memberikan ruang yang proporsional kepada Pemerintah Desa Babbalan maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.
Penulis : Bam's
Editor : Udix






