Website Desa Puluhan Juta di Sumenep Diduga Jadi Cangkang Kosong, Hanya Pajangan Tanpa Fungsi

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: tangkapan layar website milik Desa Basoka, Kecamatan Rubaru.

Foto: tangkapan layar website milik Desa Basoka, Kecamatan Rubaru.

SUMENEP, detakkota.com – Sejumlah website resmi desa di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan. Meski dibuat dengan anggaran yang disebut mencapai puluhan juta rupiah, keberadaannya dinilai hanya menjadi “cangkang kosong” karena tidak difungsikan sebagaimana mestinya sebagai media pelayanan dan keterbukaan informasi publik.

Salah satu contohnya terlihat pada Website Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Dari tampilan beranda, situs tersebut memang menampilkan desain yang cukup menarik dengan foto ikon desa dan tulisan “Selamat Datang di Website Desa Basoka”. Namun ketika ditelusuri lebih lanjut, isi website dinilai minim informasi, jarang diperbarui, dan nyaris tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

Ironisnya, website yang seharusnya menjadi etalase digital desa itu diibaratkan seperti stan pameran yang megah, tetapi kosong tanpa produk yang dijual. Ada bangunan dan tampilan, tetapi tidak ada konten yang benar-benar dibutuhkan warga.

Padahal, berdasarkan semangat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pemerintah desa berkewajiban menyediakan informasi yang mudah diakses masyarakat, mulai dari APBDes, realisasi anggaran, program pembangunan, pelayanan administrasi, hingga potensi desa.

Seorang pemerhati tata kelola desa di Sumenep menilai, website desa tidak boleh sekadar menjadi formalitas untuk menghabiskan anggaran.

Baca Juga:  Di Balik Nama Kapolres Cup: Siapa Sebenarnya Penyelenggara Turnamen Bola Voli di Sumenep?

“Kalau hanya ada halaman depan tanpa informasi yang diperbarui, itu sama saja papan nama digital. Masyarakat tidak mendapatkan pelayanan maupun transparansi,” ujar M. Surahman. Senin (24-8-2026). 

Maman sapaan akrabnya pun mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran pembuatan website desa. Jika nilainya mencapai puluhan juta rupiah, publik berhak mengetahui sejauh mana website tersebut dimanfaatkan dan siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaannya.

“Infonya yang di Kecamatan Rubaru itu dipatok harga Rp.15jt dan di koordinir oleh Camatnya, setelah kami telusuri isinya hanya cangkang kosong, fenomena ini hampir sama diseluruh desa se Kecamatan Rubaru, bahkan sudah ada yang mati wabnya dan tidak diperpanjang lagi,”  pungkasnya.

Baca Juga:  Polda Jatim Berkali-kali Gagalkan Motor Bodong ke Kangean, Polresta Sumenep Bisa Apa?

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Basoka maupun Camat Rubaru belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi website desa yang terlihat seperti cangkang kosong tersebut, Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak yang menjadi objek pemberitaan.

Catatan Redaksi: Pemberitaan ini merupakan bentuk kontrol sosial terhadap pemanfaatan aset digital desa dan mendorong optimalisasi website sebagai sarana pelayanan publik, bukan sekadar tampilan seremonial.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madura Culture Fest #4 Diklaim Non-APBD, Mampukah EO dan Sponsor Biayai Seluruh Rangkaian?
Madura Culture Fest #4 Diklaim Non-APBD, Mampukah EO dan Sponsor Biayai Seluruh Rangkaian?
5 THM di Sumenep Jadi Sorotan, Kapolresta Sumenep Siap “Obrak-Abrik”
PBVSI Sumenep Bakal Terima Hibah APBD 2026, Publik Tunggu Transparansi Penggunaan
Ke Mana Mobil Dinas Ini Digunakan? Terlihat Terparkir dan Berdebu
Haswal Group Mulai Serap Tembakau Petani, Pembelian Perdana Resmi Bergulir
Proyek Ugal-ugalan, Ketua AWDI Sumenep Warning CV. Gudang Satu
Truk Koperasi Desa Merah Putih Disulap Jadi Angkutan Tembakau di Sumenep, Alih Fungsi?

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:34 WIB

Madura Culture Fest #4 Diklaim Non-APBD, Mampukah EO dan Sponsor Biayai Seluruh Rangkaian?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Madura Culture Fest #4 Diklaim Non-APBD, Mampukah EO dan Sponsor Biayai Seluruh Rangkaian?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:16 WIB

5 THM di Sumenep Jadi Sorotan, Kapolresta Sumenep Siap “Obrak-Abrik”

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:43 WIB

PBVSI Sumenep Bakal Terima Hibah APBD 2026, Publik Tunggu Transparansi Penggunaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Ke Mana Mobil Dinas Ini Digunakan? Terlihat Terparkir dan Berdebu

Update News