SUMENEP, detakkota.com – Aksi unjuk rasa yang sebelumnya ramai beredar melalui selebaran bertajuk “Seruan Aksi Persatuan Pemuda dan Tokoh Agama” untuk mendesak penutupan tempat usaha Mr. Ball, diduga gagal terlaksana.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada waktu dan titik kumpul yang tercantum dalam selebaran, tidak terlihat adanya massa dalam jumlah signifikan sebagaimana yang digambarkan dalam ajakan aksi tersebut.Kondisi di sekitar lokasi terpantau berjalan normal tanpa adanya demonstrasi besar.
Dalam selebaran yang beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan, aksi dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam (31/7/2026) mulai pukul 23.00 WIB dengan titik kumpul di Taman Tajamara.
Poster tersebut juga memuat sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak penutupan Mr. Ball karena diduga menjadi tempat hiburan malam, menjual minuman keras tanpa izin, hingga tudingan mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Namun hingga waktu yang dijadwalkan, aksi tersebut tidak tampak berlangsung sebagaimana yang diumumkan.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat mengira akan terjadi demonstrasi besar. Namun setelah menunggu, mereka tidak melihat adanya kerumunan massa maupun penyampaian aspirasi.
“Awalnya kami mengira akan ramai karena pamfletnya sudah tersebar ke mana-mana. Ternyata tidak ada aksi seperti yang diberitakan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ada yang menduga penyebaran poster aksi tersebut hanya bertujuan memberikan tekanan psikologis atau menimbulkan kekhawatiran terhadap pihak tertentu, tanpa diikuti dengan aksi nyata.
Adapula yang menduga bahwa para pendemo yang mengatasnamakan pemuda dan tokoh agama masuk angin alias nerima sesuatu sebelum aksi digelar.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pihak yang membuat dan menyebarkan selebaran tersebut. Belum ada pula keterangan resmi mengenai alasan tidak terlaksananya aksi yang telah diumumkan sebelumnya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat informasi resmi yang mengonfirmasi tuduhan-tuduhan tersebut. Pihak Polresta Sumenep maupun pengelola Mr. Ball diharapkan memberikan penjelasan atau tanggapan atas isu yang beredar.
Penulis : Bam's
Editor : Udix






