Usai Demo Gagal, Publik Pertanyakan Siapa Aktor di Balik Pencatutan Nama Tokoh Agama?

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

SUMENEP, detakkota.com – Gagalnya aksi unjuk rasa yang sebelumnya mengatasnamakan “Persatuan Pemuda dan Tokoh Agama” untuk mendesak penutupan Mr. Ball masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Bukan lagi soal batal atau tidaknya aksi tersebut, melainkan siapa pihak yang menggagas dan mengatasnamakan tokoh agama dalam agenda yang akhirnya tidak pernah terlaksana.

Warga menilai, tokoh agama merupakan figur yang memiliki kedudukan terhormat di tengah masyarakat. Karena itu, nama dan kewibawaannya tidak semestinya dijadikan alat untuk membangun opini atau menambah legitimasi terhadap kepentingan kelompok tertentu.

“Kalau memang ada persoalan yang ingin disampaikan, lakukan secara terbuka dan bertanggung jawab. Jangan membawa-bawa nama tokoh agama jika mereka tidak benar-benar terlibat atau tidak memberikan persetujuan,” ujar kyai Rafi’udin.  Kamis (6-8-2026).

Menurutnya, penggunaan simbol maupun nama tokoh agama dalam sebuah gerakan sosial harus dilakukan secara etis. Sebab, jika hanya dijadikan alat untuk menarik perhatian publik, hal itu justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap para ulama.

Baca Juga:  Hallo Polresta, Debt Collector Berlagak Preman Marak di Sumenep

Kyai muda asal Lenteng ini juga mempertanyakan mengapa aksi yang sebelumnya telah disebarluaskan melalui selebaran dan media sosial justru tidak terlaksana.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa gerakan tersebut tidak memiliki konsolidasi yang kuat atau terdapat kepentingan lain di balik rencana aksi tersebut.

Baca Juga:  Di Balik Peci Ketum PBNU Baru: Gus Kikin Ternyata Pemilik  Bisnis Migas di Madura

” Ini hanya dugaan dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak yang menginisiasi rencana demonstrasi. Segera klarifikasi agar tidak terjadi kesalahfahaman,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, salah satu Pengamat sosial di Sumenep menilai, setiap penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara. Akan tetapi, penggunaan identitas kelompok keagamaan harus disertai tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan persepsi seolah-olah seluruh tokoh agama memiliki sikap yang sama terhadap suatu persoalan.

“Jangan sampai masyarakat terpecah hanya karena ada pihak yang mengatasnamakan ulama tanpa kejelasan. Tokoh agama harus tetap ditempatkan sebagai pemersatu, bukan dijadikan tameng kepentingan tertentu,” ujar kurniawan singkat.

Baca Juga:  BPP Kecamatan Lenteng Bersama Poktan El-Amin Poreh Bangun Rumah Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang sebelumnya mengatasnamakan “Persatuan Pemuda dan Tokoh Agama” mengenai alasan batalnya aksi maupun penjelasan terkait pihak-pihak yang terlibat dalam rencana demonstrasi tersebut.

Masyarakat pun berharap polemik ini menjadi pelajaran agar setiap gerakan yang membawa nama tokoh agama dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan kesan adanya pencatutan nama demi kepentingan di luar substansi persoalan.

Facebook Comments Box

Penulis : Bam's

Editor : Udix

Follow WhatsApp Channel detakkota.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara
Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai
Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi
Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?
Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan
Desa Sendir Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Sejumlah Pemuda ‘Serbu’ Kecamatan Lenteng
Tak Mau Lagi Diam, Pemuda Desa Sendir Datangi Camat Lenteng, Berbagai Persoalan Dibongkar
Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Lenteng Berpotensi Tidak Akurat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:33 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Lenteng Kembali Disorot, Giliran Daramista Bicara

Senin, 7 September 2026 - 01:02 WIB

Mimpi Sumenep Gelar Kerapan Sapi Piala Presiden Tidak Akan Pernah Tercapai

Minggu, 6 September 2026 - 02:37 WIB

Dari Desa Sendir, Alarm Akurasi Sensus Ekonomi Kecamatan Lenteng Berbunyi

Sabtu, 5 September 2026 - 05:42 WIB

Stiker Ditempel Tanpa Wawancara, Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sendir Diduga Sekadar Formalitas?

Jumat, 4 September 2026 - 02:29 WIB

Stand Bappeda Sumenep Raih Juara 1 Madura Culture Fest 2026, Kolaborasikan Budaya dan Semangat Pembangunan

Update News

Foto: viral pamflet Big Bos DRT H. Udik

Uncategorized

Nama Big Bos DRT Mulai Mengemuka, Sinyal Menuju Pilkada Sumenep 2029?

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:02 WIB