SUMENEP, detakkota.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Momentum tersebut kembali dimanfaatkan untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersamaan, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (1/10/2026).
Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, serta sejumlah undangan. Upacara dipimpin langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bagi jajaran TNI, peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus perekat kehidupan berbangsa.
Letkol Inf Citra Persada menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya menjadi materi dalam upacara maupun slogan kebangsaan.
“Pancasila adalah dasar negara dan menjadi pemersatu bangsa. Nilai-nilainya harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Citra, persatuan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama dan kebersamaan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyebut TNI bersama seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama dalam merawat persatuan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila.
“TNI bersama seluruh komponen bangsa akan terus menjaga kebersamaan dan persatuan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara,” tegasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 sendiri mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi bagian dari pedoman resmi penyelenggaraan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini.
Upacara di Sumenep berlangsung tertib dan khidmat. Momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan melalui sikap saling menghargai, menjaga kebersamaan, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah maupun aparat, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Penulis : Bam's
Editor : Udix









